• Home
  • Category: Keluarga

4 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Proses tumbuh kembang anak memang tidak selamanya selalu berjalan sesuai dengan harapan kita sebagai orangtua. Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, ada faktor yang bisa diubah seperti faktor genetik atau keturunan, ada juga faktor yang dapat diubah seperti lingkungan, kondisi ekonomi dan nutrisi yang diberikan.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan & perkembangan anak
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan & perkembangan anak

Oleh karena itu, sebagai edukasi yang penting bagi setiap orangtua, mari kita kenali dan pahami beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak di antaranya adalah:

1. Faktor herediter atau genetik.

Faktor herediter dalam pertumbuhan merupakan suatu proses alami yang terjadi pada setiap individu dan secara bertahap, semisal tinggi dan berat badan anak akan semakin bertambah dan mengalami peningkatan untuk dapat berfungsi secara kognitif, psikososial hingga spiritual dengan simultan. Faktor herediter ini juga termasuk faktor secara genetik atau keturunan dari orangtua pada anak, faktor ini juga tidak dapat berubah seumur hidup mulai dari ras, jenis kelamin, warna mata dan rambut, pertumbuhan fisik serta beberapa keunikan pada karakteristik seperti sikap tubuh dan temperamen.

2. Faktor lingkungan.

Lingkungan juga merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan anak dari mulai dari masih dalam kandungan hingga ia telah lahir ke dunia dan sangat berdampak pada potensi dan pencapaian dirinya kelak. Secara garis besar faktor lingkungan terbagi menjadi 2 macam yaitu lingkungan pranatal atau lingkungan saat masih di dalam kandungan atau yang berasal dari diri ibu, mulai dari nutrisi selama hamil, toksin atau penyakit, radiasi, stress, imunitas, infeksi dan lain-lain. Yang kedua lingkungan postnatal yang terdiri dari lingkungan biologis, fisik, psikososial serta keluarga dan adat istiadat (masyarakat).

3. Faktor sosial ekonomi.

Meski hal ini tidak berpengaruh secara langsung namun faktanya kebanyakan anak-anak yang hidup dalam lingkungan sosial ekonomi yang baik bisa tumbuh dan berkembang dengan baik karena banyak hal, mulai dari kecukupan gizi sampai lingkungan keluarga yang secara sosial lebih menonjol daripada keluarga yang berada dalam status ekonomi sosial yang rendah. Namun ada kalanya tidak selalu seperti demikian, hanya berupa kecenderungan saja.

4. Faktor nutrisi dan kesehatan.

Nutrisi dan kesehatan menjadi faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak yang paling utama dan bersifat mutlak, anak-anak yang sedari lahir sudah terbiasa diberi asupan nutrisi yang terbaik dan tidak mengalami masalah kesehatan yang berarti maka ia juga akan tumbuh dan berkembang secara optimal. Pemenuhan gizi dan penanganan kesehatan tentu sangat berhubungan dengan poin nomor 3. Oleh karena itu, agar fisik dan metal anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, lengkapi nutrisinya dengan produk susu dari Wyeth seperti S-26 Procal Gold yang dilengkapi dengan 53 makronutrien dan mikronutrien.

Makanan Sehat untuk Bayi Usia Tiga Bulan

Bayi usia tiga bulan pasti sedang lucu-lucunya ya, karena bayi usia ini sudah mulai dapat berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, seperti merespon orang tua yang mengajakn bercanda, tertawa dan sudah mulai dapat menggemgam dan menggigit benda di sekitarnya. Walaupun bayi usia tiga bulan belum selincah bayi-bayi yang berusia 6 bulan atau satu tahun, tetapi bayi usia tiga bulan juga perlu makanan sehat untuk bayi dengan nutrisi tambahan.

Berbagai Makanan Sehat Untuk Bayi
Berbagai Makanan Sehat Untuk Bayi

Biasakan Bayi Anda Mengonsumsi Makanan Sehat

Bagi Bunda di rumah yang tertarik memberikan nutrisi tambahan bagi bayi yang masih berusia 3 bulan, Bunda dapat mencoba beberapa makanan sehat.

Berikut adalah beberapa tips bagi Bunda untuk dapat memberikan makanan sehat untuk bayi.

  1. Kenalkan sayur-sayuran pada si kecil

Sayur terbukti menjadi salah satu penyedia vitamin dan gizi yang sangat bagus untuk pertumbuhan bayi. Walaupun  masih bayi, tidak ada salahnya untuk mengenalkan sayur-sayuran kepada bayi, seperti brokoli dan wortel. Bunda dapat merebus dan menghancurkannya bersama nasi atau sereal.

  1. Sereal buah dan sayur

Jika Bunda tidak ingin repot menyiapkan makanan untuk bayi, saat ini telah tersedia sereal yang mengandung sayur-sayuran di dalamnya. Bunda hanya perlu menyeduhnya dengan air hangat dan dapat diberikan kepada bayi sebagai salah satu makanan dengan nutrisi tambahan untuk bayi.

  1. Kenalkan buah-buahan pada bayi

Selain sayur, buah menjadi penyedia vitamin yang sangat bermanfaat dalam merangsang pertumbuhan bayi. Bunda dapat mengakalinya dengan menghancurkan buah-buahan menjadi seperti bubur untuk memberikan vitamin tambahan bagi bayi. Atau untuk buah-buahan yang sudah lumat seperti pisang, Bunda tidak harus menghancurkannya.

Beberapa tips di atas dapat Bunda coba sebagai salah satu cara untuk menyediakan makanan sehat untuk bayi kesayangan Bunda selain ASI yang wajib Bunda berikan hingga bayi berusia dua tahun. Bagi Bunda yang tidak memiliki banyak waktu untuk berbelanja makanan bayi, Bunda dapat memperoleh produk makanan sehat bagi bayi Bunda di Lemonilo. Lemonilo menyediakan berbagai produk makanan sehat termasuk makanan untuk bayi dengan kualitas yang terjamin.

Peran Keluarga Sebagai Pembentuk Karakter Yang Tangguh

Peran Keluarga Sebagai Pembentuk Karakter Yang TangguhKeluarga adalah kelompok terpenting yang berada di lingkungan masyarakat. Kesatuan dari suami, istri, dan anak-anak merupakan satu kesatuan sosial terkecil di dalam lingkungan masyarakat yang sebelumnya didahului dengan sebuah ikatan pernikahan yang sah. Peran keluarga sangat penting untuk dipahami karena sekarang-sekarang ini peran sistem keluarga semakin kabur saja. Hal ini disebabkan oleh banyak hal seperti adanya perubahan ekonomi dan juga pengaruh sikap individualism. Teh Sariwangi kali ini akan membahas tentang bagaimana peran suatu keluarga dalam membentuk karakter individu yang tangguh.

Peran keluarga pertama yang bisa membentuk karakter anak yang tangguh adla dalam hal pendidikan. Tugas keluarga baik ayah atau pun ibu adalah untuk mendidik anak untuk menjadi anak yang berbudi pekerti yang luhur, aktif dalam bersosialisasi di masyarakat, dan juga cerdas. Pendidikan itulah yang nantinya akan menjadi bekal untuk anak dalam menjadi pribadi yang tangguh di masa depannya. Orang tua harus benar-benar memperhatikan tumbuh kembang anaknya dan mengajarkan bersosial agar anak tidak memiliki sifat yang individualis. Anak juga harus dididik untuk memiliki sikap menghargai dan bekerja keras. Dengan mengajarkan seperti itu, nantinya anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri dan tangguh.

Peran keluarga dalam mendidik anak menjadi karakter yang tangguh bisa dimulai dengan memberikan ahlak yang mulia kepada anak. Ajarkanlah anak untuk senantiasa berbuat baik dan suka menolong. Bangunlah anak untuk menjadi pribadi yang percaya diri dan berempati tentang apa yang dirasakan orang lain. Solidaritas seperti yang telah dijelaskan diatas memang diajarkan di lingkungan sekolah, tapi bila dalam keluarga sendiri telah mengajarkannya, anak akan jadi lebih tau dan mudah untuk menyerapnya. Berikan pula perasaan yang nyaman dalam lingkungan keluarga dengan cara melakukan liburan bersama, atau pun sekedar berkumpul bersama ketika hari libur tiba. Jangan lupa sajikan teh Sariwangi yang akan menambah kehangatan keluarga. Jadi, kalau tidak keluarga itu sendiri yang membentuk karakter anak agar tangguh di masa depannya, siapa lagi.

Mengatasi Permasalahan Pada Perkembangan Anak Usia Dini

Aspek Perkembangan Anak Usia Dini

Permasalahan yang sering terjadi pada anak-anak di masa periode emasnya  adalah permasalahan yang terdapat pada aspek perkembangan anak usia dini baik itu permasalahan daam perkembangan kognitif anak, permasalahan dalam perkembangan emosional anak, permasalahan dalam perkembangan sosial anak, permasalahan dalam perkembangan berbahasa anak, dan permasalahan dalam perkembangan motorik anak. Permasalahan yang terjadi dalam salah satu aspek perkembangan anak ini dapat mempengaruhi aspek perkembangan lainnya, karena aspek-aspek perkembangan ini memiliki hubungan yang erat dan tidak dapat dipisahkan.

Untuk mengatasi berbagai masalah dalam aspek perkembangan anak usia dini ini memang tidak semudah yang dibayangkan. Karena penyebab dari setiap permasalahan yang terjadi ini juga berbeda-beda. Masalah-masalah dalam tumbuh kembang pada anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :

  • Faktor keturunan

Permasalahan tumbuh kembang yang dipengaruhi oleh faktor keturunan ini dapat disebabkan oleh adanya gangguan perkembangan yang juga dialami oleh keluarga (riwayat gangguan yang dialami oleh anggota keluarga sebelumnya). Anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang akibat faktor keturunan ini biasanya sulit untuk di sembuhkan karena gangguan sudah dibawa sejak ia lahir (bawaan lahir).

  • Faktor lingkungan

Masalah perkembangan karena faktor lingkungan ini dapat terjadi akibat kurangnya stimulasi sejak dini yang diberikan serta kurangnya kasih sayang dari kedua orangtuanya. Selain itu, kekurangan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh otak dan fisik anak juga dapat memicu timbulnya masalah perkembangan pada anak usia dini ini. Untuk permasalahan dalam aspek perkembangan anak usia dini yang disebabkan adanya faktor lingkungan ini masih terdapat kemungkinan untuk bisa disembuhkan atau diatasi, baik melalui terapi dari ahli medis untuk masalha yang berkaitan dengan perkembangan fisiknya, maupun melalui terapi dari psikiater untuk mengatasi berbagai masalah keprinadian yang dimiliki oleh anak.

Untuk membantu mengatasi permasalahan dalam perkembangan anak, anda juga perlu memberinya stimulasi berkelanjutan dan kasih sayang yang seutuhnya dengan keyakinan bahwa permasalahan yang dihadapi anak anda akan dapat teratasi hingga ia bisa kembali normal seperti anak-anak lain pada umumnya.